Empon menorah adalah minuman yang terbuat dari sari empon-empon murni yang sangat berkasiat bagi tubuh kita. Mungkin banyak juga yang belum tahu empon-empon itu apa? Empon-empon itu tanaman yang sering dipergunakan buat bumbu dapur atau jamu seperti jahe, kunir/kunyit, temu lawak dll. Karena kontur tanah Bukit Menoreh yang subur maka hasil pertaniaanya pun dikenal berkualitas.
Empon Menoreh dibuat dari bahan-bahan pilihan yang berkualitas dan sangat bermanfaat bagi tubuh kita. Dimulai dari persortiran bahan baku sampai pengolahan dan pengepakan dilakukan oleh masyarakat . Bahan baku di dapat terutama dari daerah Dusun Gedong Desa Purwosari yang masoritasnya adalah petani empon-empon, yang juga pernah mengikuti lomba tingkat provinsi untuk hasil empon-emponnya.
Banyak sekali kasiat dari minuman ini seperti yang bias dibaca dalam brosur kemasan, juga aman untuk dinikmati siapa saja. Cara penyajiaanya pun cukup gampang, cukup ambil 2 sendok makan lalu seduh dengan air panas maupun dingin, sangat nikmat bila ditambah es batu. Apalagi dinikmati pagi sebelum bekerja maupun sore saat santai maka slogannya Konco Thenguk-thenguk yang artinya teman untuk bersantai mungkin sambil bercengkrama bersama keluarga dan kerabat. Bisa juga minuman ini untuk menggantikan kebiasaan kita minum the maupun kopi yang nobennya sangat merugikan kesehatan kita.
Dalam pengolahaannya Empon Menoreh ini hanya diambil sarinya dan dicampur dengan bahan rempah-rempah seperti cengkeh, kayu manis dll. Selain segar dan nikmat untuk dinikmati juga sudah tentu kasiatnya. Empon Menoreh ini juga berusaha mendukung gerakan Go Green maka meminimaliskan penggunaan plastic maka kemasan luarnya hanya menggunakan kertas.
Gerakan ini juga ikut mendukung agar harga Empon-empon sendiri bias meningkat dan mungkin kesejahteraan petani empon-empon bias lebih baik. Karena selama ini harga empon-empon ditingkat pengepul sangta rendah selaki hanya seribu samapi seribu liratus rupiah perklionya. Padahal untuk bias memanen empon-empon ini dari awal penanaman dibutuhkan waktu kurang lebih satu tahun. Tapi sebagai petani tidak bisa berharap banyak hanya berusaha, karena dari pihak pemerintahnya pun tidak ada solusinya selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar